Senin, 2 November 2026 Berita Terkini & Terpercaya
Backpacker IDBackpacker ID
Backpacker ID - Your source for the latest articles and insights
Beranda › Dompet Tipis Bukan Halangan: Traveling Tetap Jalan

Dompet Tipis Bukan Halangan: Traveling Tetap Jalan

Anak muda yang baru hidup mandiri tetap bisa traveling tanpa bokek. Ini cara cerdas mengatur uang jalan.

Baru pertama kali ngekos atau tinggal sendiri, terus pengen traveling? Rasanya kayak mau makan kue tapi tangan cuma bisa nyolek. Gaji UMR, cicilan motor, kuota internet, belum lagi uang makan. Traveling jadi barang mewah yang cuma bisa dilihat di story orang lain.

Gue pernah di posisi itu. Tahun pertama kerja, gue ngeliat temen-temen posting foto di Bali, di Jogja, di Lombok. Sementara gue di kamar kos 3x3 meter, ngitung sisa uang bulanan. Sedih? Iya. Tapi ternyata ada hal yang jarang banget dibahas orang soal traveling buat anak muda yang baru mandiri. Bukan soal "hemat-hematan" atau "nabung dulu 6 bulan". Bukan itu.

Yang jarang dibahas adalah soal struktur biaya hidup kamu sendiri. Dan itu yang bikin traveling terasa mustahil padahal sebenernya nggak.

Kamu Nggak Miskin, Kamu Cuma Belum Ngerti Biaya Hidupmu

Coba deh jawab pertanyaan ini: bulan lalu, uang kamu habis berapa buat makan? Buat jajan kopi? Buat langganan streaming yang jarang kamu buka? Kalau kamu nggak bisa jawab dengan angka pasti, itu masalahnya.

Baca juga: Uang Cepat Habis Gegara Salah Hitung Trip, Ini Trik Pemilik Usaha

Banyak anak muda yang baru mandiri merasa "nggak punya uang buat traveling" padahal sebenernya uangnya ada, cuma bocor di tempat yang nggak kelihatan. Gue dulu juga gitu. Tiap bulan ngerasa cukup-cukup aja, tapi nggak pernah ada sisa. Pas gue catat selama sebulan, ternyata gue habisin hampir 600 ribu cuma buat kopi kekinian dan gofood tengah malem. Enam ratus ribu itu cukup buat tiket kereta Jakarta-Jogja pulang pergi, lho.

Ini bukan ceramah soal "jangan jajan". Ini soal kesadaran. Kamu nggak perlu jadi pelit sama diri sendiri. Kamu cuma perlu tahu ke mana uangmu pergi. Karena begitu kamu tahu, kamu bisa mulai milih: mau kopi 20 ribu tiap hari, atau tiket bus ke Bandung akhir bulan?

Traveling Itu Bukan Soal Tujuan, Tapi Soal Waktu yang Kamu Pilih

Ini yang jarang banget dibahas. Anak muda yang baru kerja punya satu keunggulan besar yang sering diabaikan: fleksibilitas waktu. Kamu belum punya anak, belum punya tanggungan besar, dan biasanya masih bisa ngatur cuti dengan lebih bebas dibanding orang yang udah berkeluarga.

Masalahnya, kebanyakan dari kita milih traveling di waktu yang salah. Libur Lebaran, long weekend, akhir tahun. Itu saat semua orang traveling, dan harga semuanya naik dua sampai tiga kali lipat. Tiket pesawat yang biasanya 500 ribu jadi 1,5 juta. Hotel yang biasanya 200 ribu jadi 600 ribu.

Kalau kamu bisa ambil cuti di hari kerja biasa — Selasa sampai Kamis misalnya — harga bisa turun drastis. Gue pernah ke Yogyakarta hari Rabu, nginep dua malam di guesthouse deket Malioboro, total cuma keluar 350 ribu buat penginapan. Temen gue yang ke sana pas long weekend bayar 800 ribu buat dua malam di tempat yang sama.

Bedanya bukan karena gue lebih kaya. Bedanya karena gue milih hari yang tepat.

Jadi sebelum kamu bilang "nggak ada uang", cek dulu: kamu traveling di hari apa? Kalau selalu pas peak season, ya wajar mahal. Coba geser ke hari biasa, dan lihat sendiri bedanya.

Transportasi dan Penginapan: Dua Tempat di Mana Kamu Bisa Hemat Paling Banyak

Kalau kamu lihat breakdown biaya traveling, biasanya 60-70 persen uangmu habis buat dua hal ini: transportasi dan penginapan. Makan dan tiket masuk wisata biasanya nggak terlalu mahal. Jadi kalau kamu bisa tekan dua pos ini, sisanya jauh lebih ringan.

Transportasi: Jangan Takut Naik yang "Nggak Nyaman"

Gue ngerti, naik bus ekonomi 12 jam itu nggak nyaman. Tapi coba pikir lagi: kamu bisa hemat 300-400 ribu dibanding naik pesawat. Uang segitu bisa buat dua hari makan di kota tujuan. Dan jujur aja, buat anak muda yang baru mandiri, ngorbanin kenyamanan sedikit demi bisa jalan-jalan itu worth it banget.

  • Kereta ekonomi — sekarang udah banyak yang AC-nya bagus, harganya jauh lebih murah dari eksekutif
  • Bus malam — kamu tidur di jalan, sampai tujuan pagi, nggak perlu bayar hotel semalam
  • Flight sale — kalau kamu fleksibel soal tanggal, kadang ada tiket pesawat 300 ribuan
  • Carpool atau nebeng teman — sering diabaikan, padahal bisa gratis atau cuma bagi bensin

Penginapan: Hostel Itu Bukan Tempat yang Seram

Banyak anak muda Indonesia masih mikir hostel itu kotor, nggak aman, atau buat bule doang. Padahal hostel di Indonesia sekarang banyak yang bersih, ada AC, ada locker, dan harganya 80-150 ribu per malam. Bandingin sama hotel 350 ribu per malam. Kalau kamu traveling 4 hari, bedanya bisa 800 ribu sampai 1 juta.

Dan satu hal lagi yang jarang disadari: di hostel kamu ketemu orang. Gue pernah nginap di hostel di Malang, ketemu anak dari Surabaya yang akhirnya jadi temen traveling sampai sekarang. Kalau di hotel, ya udah, kamu sendirian di kamar.

Yang Paling Penting: Mulai Aja Dulu, Jangan Nunggu "Siap"

Ini opini pribadi gue, dan mungkin agak kontroversial: kamu nggak perlu nunggu punya tabungan 10 juta baru bisa traveling. Kamu cuma perlu punya 1-2 juta dan keberanian buat berangkat.

Gue sering lihat anak muda yang bilang "nanti kalau udah mapan baru traveling". Masalahnya, "mapan" itu nggak ada ujungnya. Pas gaji naik, pengeluaran naik. Pas udah punya pacar, pengeluaran beda lagi. Pas udah nikah, ada tanggungan baru. Kalau kamu nunggu sempurna, kamu nggak akan pernah berangkat.

Traveling buat anak muda yang baru mandiri itu bukan soal liburan mewah. Ini soal belajar ngatur uang, belajar adaptasi, dan belajar bahwa dunia ini lebih luas dari kamar kos kamu. Dan semua itu bisa dimulai dengan budget yang kamu pikir "nggak cukup".

Coba deh bulan depan, sisihkan 300 ribu. Nggak usah jauh-jauh. Kota sebelah juga nggak masalah. Rasain gimana rasanya pergi dengan uang terbatas tapi tetap bisa nikmatin. Setelah itu, kamu bakal ngerti bahwa traveling bukan soal seberapa tebal dompetmu, tapi seberapa kreatif kamu ngatur yang ada.

===AKHIR===
Tags: traveling hemat anak muda mandiri tips keuangan travel budget travel hidup mandiri